Sosialisasi ITERATI di Acara FDPNI, Dorong Pengakuan Global Teknisi Rekayasa Indonesia

BATAM-Politeknik Negeri Batam (Polibatam) menjadi tuan rumah kegiatan Sosialisasi ITERATI yang diselenggarakan pada Kamis (12/2/2026) di Auditorium Polibatam, bertepatan dengan rangkaian acara Forum Direktur dan Ketua Dharma Wanita Politeknik Negeri dan Akademi Komunitas Negeri se-Indonesia (FDPNI). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong penguatan pengakuan profesional internasional bagi teknisi rekayasa Indonesia.

Pendirian organisasi profesional ITERATI dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak untuk menyetarakan pengakuan profesionalisme internasional bagi Teknisi Rekayasa dan Teknisi Ahli Rekayasa Teknologi Indonesia agar memiliki mobilitas kerja global. Pada tingkat dunia, proses penyetaraan ini berada dalam kerangka The International Engineering Alliance (IEA), sebuah aliansi global yang berfokus pada jaminan mutu pendidikan keteknikan dan kompetensi profesional.

IEA dikenal sebagai organisasi global terkemuka yang menetapkan standar acuan internasional pendidikan teknik serta mendukung para insinyur, teknisi rekayasa, dan teknisi ahli rekayasa teknologi untuk dapat bekerja lintas negara. Melalui tujuh perjanjian internasional yang otonom—terdiri dari Kesepakatan Pendidikan dan Kesepakatan Kompetensi—IEA memastikan bahwa para profesional keteknikan memiliki kualifikasi yang diakui secara global.

Dalam paparannya dijelaskan bahwa tiga perjanjian pendidikan internasional IEA meliputi Washington Accord untuk program sarjana teknik, Sydney Accord untuk program vokasional rekayasa teknologi, serta Dublin Accord untuk program teknisi rekayasa. Sementara itu, empat perjanjian kompetensi internasional mencakup IPEA, APECEA, IETA, dan AIET yang menjadi kerangka pengakuan profesional lintas negara.

Melalui registrasi internasional dalam skema tersebut, profesional Indonesia berpeluang memperoleh pengakuan kompetensi global, sehingga membuka akses mobilitas kerja internasional, memperluas peluang karier, serta memperkuat kontribusi pada proyek-proyek keteknikan global.

Sosialisasi ini juga menegaskan urgensi pembentukan institusi profesional nasional yang secara khusus mewadahi Teknisi Rekayasa dan Teknisi Ahli Rekayasa Teknologi di Indonesia. Institusi tersebut diharapkan mampu memenuhi persyaratan keanggotaan IEA, khususnya untuk perjanjian IETA dan AIET, sekaligus menjadi representasi resmi Indonesia.

ITERATI dirancang untuk mencakup lulusan politeknik dari jenjang Diploma 1 (D1) hingga Diploma 4 (D4), sehingga memperkuat posisi lulusan vokasi Indonesia dalam ekosistem profesi global. Secara regulatif, pembentukan organisasi ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Organisasi Kemasyarakatan, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang KKNI, serta Permen PANRB Nomor 30 Tahun 2021.

Melalui kegiatan ini, Polibatam menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan ekosistem profesi vokasi yang berstandar internasional. Diharapkan, inisiatif ITERATI dapat menjadi tonggak penting dalam meningkatkan daya saing global lulusan politeknik Indonesia serta memperluas kontribusi SDM vokasi di tingkat dunia.

Salam Polibatam!

#Polibatam #PolibatamMendunia #FDPNI #ITERATI #IEA #VokasiUnggul #SDMVokasi
#EngineerIndonesia #GlobalMobility #PolibatamBisa #KampusPBL #KampusCDIO

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *